Adaptasi Prisma
prism adaptation
Ringkasan Singkat
Adaptasi prisma adalah perawatan eksperimental untuk pengabaian visual yang memanfaatkan penyesuaian sensorimotor setelah pandangan digeser secara artifisial melalui kacamata prisma.
Adaptasi prisma digunakan terutama sebagai intervensi bagi pasien yang mengalami pengabaian visual (visual neglect), suatu kondisi di mana pasien tidak menyadari keberadaan stimulus di satu sisi ruang (biasanya kiri). Selama terapi ini, pasien mengenakan kacamata khusus dengan prisma yang menggeser bidang pandang mereka ke sisi yang tidak terabaikan.
Pasien kemudian diminta melakukan tugas motorik perseptual, seperti menunjuk lurus ke depan, sambil mengenakan kacamata tersebut. Otak pasien akan mulai beradaptasi dengan pergeseran visual ini. Setelah kacamata dilepas, terjadi efek samping negatif (negative aftereffect) di mana pandangan pasien bergeser ke arah yang berlawanan, sehingga area yang sebelumnya terabaikan kini masuk kembali ke dalam fokus normal pasien. Meskipun efek ini tidak permanen, prosedur ini dapat diulang dan terbukti efektif dalam rehabilitasi neuropsikologis.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Rossetti, Y., et al. (1998). Prism adaptation to a rightward optical deviation rehabilitates left hemispatial neglect. Nature.
- APA Dictionary of Psychology
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.